TPFP BPD KKLR Sulsel Tancap Gas, Tujuh Daerah Sudah Bentuk Tim Persiapan

Ketua TPFP BPD KKLR Sulsel, Husba Phada

MAKASSAR — Tim Percepatan dan Fasilitasi Pembentukan Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (TPFP BPD KKLR) Sulawesi Selatan mulai menunjukkan progres signifikan dalam upaya memperluas struktur organisasi KKLR di tingkat kabupaten/kota.

Hanya sekitar sepekan setelah menerima mandat dari Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Sulawesi Selatan, TPFP BPD telah berhasil memfasilitasi pembentukan Tim Pembentukan BPD KKLR di tujuh daerah.

Ketujuh daerah tersebut masing-masing Pangkep, Tana Toraja, Toraja Utara, Jeneponto, Pinrang, Enrekang, dan Kepulauan Selayar.

Ketua TPFP BPD KKLR Sulsel, Husba Phada, mengatakan tim pembentukan di tujuh daerah tersebut telah memperoleh mandat tertulis dari BPW KKLR Sulsel.

“Alhamdulillah, sejauh ini sudah terbentuk Tim Pembentukan BPD KKLR di tujuh daerah dan sudah diberikan mandat tertulis dari BPW, di antaranya Pangkep, Toraja, Toraja Utara, Jeneponto, Pinrang, Enrekang, dan Selayar,” ujar Husba seusai rapat koordinasi bersama BPW KKLR Sulsel di HSA Building, Sabtu (3/10/2026).

Rapat Koordinasi KKLR Sulsel

Identifikasi Tokoh WTL

Menurut Husba, pembentukan tim di masing-masing daerah dilakukan melalui proses identifikasi dan komunikasi dengan sejumlah tokoh Wija To Luwu (WTL) yang berada di daerah tersebut.

Tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kapasitas dan jejaring di kalangan diaspora WTL kemudian dikomunikasikan dengan TPFP BPD sebelum ditetapkan sebagai bagian dari Tim Pembentukan BPD KKLR.

“Setelah melakukan identifikasi tokoh-tokoh WTL di masing-masing daerah, kami lalu meminta beberapa nama yang direkomendasikan sebagai Tim Pembentukan BPD untuk diberikan mandat resmi dari BPW KKLR Sulsel,” jelasnya.

Husba menilai keberadaan Tim Pembentukan menjadi tahap penting karena mereka akan menjadi penggerak awal konsolidasi diaspora Luwu Raya di masing-masing daerah.

Tim tersebut selanjutnya diharapkan tidak hanya menghimpun dan mengidentifikasi warga Luwu Raya, tetapi juga membangun komunikasi dengan berbagai komunitas dan paguyuban WTL yang telah lebih dahulu eksis.

Persiapkan Musda Perdana

Setelah memperoleh mandat, Tim Pembentukan BPD di masing-masing daerah akan mulai melakukan konsolidasi diaspora WTL sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) perdana.

Musda tersebut nantinya menjadi forum untuk membentuk kepengurusan definitif sekaligus memilih Ketua BPD KKLR di masing-masing daerah.

“Tugas Tim Pembentukan BPD memang begitu, mengkonsolidasikan diaspora WTL di daerahnya dan merencanakan pelaksanaan Musda pertama untuk memilih Ketua BPD KKLR-nya,” kata Husba.

Menurut dia, percepatan pembentukan BPD merupakan bagian dari agenda memperkuat struktur organisasi KKLR agar keberadaan warga Luwu Raya di berbagai wilayah Sulawesi Selatan dapat terhimpun dalam wadah organisasi yang lebih terkoordinasi.

Selain itu, keberadaan BPD di seluruh kabupaten/kota juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara diaspora WTL di daerah dengan BPW KKLR Sulsel, termasuk dalam mensosialisasikan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Ketua TPFP BPD KKLR Sulsel, Husba Phada

Sembilan Daerah Jadi Target Berikutnya

Dengan terbentuknya Tim Pembentukan BPD di tujuh daerah, TPFP masih memiliki pekerjaan untuk menjangkau sembilan daerah lainnya yang belum memiliki struktur BPD KKLR.

Kesembilan daerah tersebut adalah Wajo, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Takalar, dan Barru.

“Masih ada Wajo, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Takalar, dan Barru. Yang sudah eksis kan di Makassar, Maros, Gowa, dan Parepare,” ujar Husba.

Dengan demikian, selain empat daerah yang telah lebih dahulu memiliki BPD KKLR, tujuh daerah kini memasuki tahapan pembentukan organisasi melalui tim yang telah memperoleh mandat BPW.

Sementara sembilan daerah lainnya menjadi sasaran konsolidasi berikutnya. Husba berharap proses tersebut dapat berjalan secara bertahap dengan mengedepankan komunikasi dan partisipasi para tokoh serta diaspora WTL di masing-masing daerah.

Ditarget Rampung Sebelum Akhir 2026

Ketua BPW KKLR Sulsel, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM, memberikan apresiasi terhadap progres yang ditunjukkan TPFP BPD KKLR Sulsel.

Hasbi menilai capaian dalam sepekan pertama tersebut menjadi sinyal positif bagi agenda pembentukan BPD KKLR di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

“Luar biasa kawan-kawan TPFP BPD KKLR sudah menunjukkan progres yang meyakinkan sejauh ini. Kami sangat mengapresiasi ini,” kata Hasbi.

Ia berharap seluruh proses pembentukan BPD dapat dipercepat sehingga struktur organisasi KKLR di Sulawesi Selatan semakin lengkap sebelum memasuki tahun 2027.

“Mudah-mudahan semua BPD KKLR se-Sulsel segera terbentuk dan kita lantik sebelum akhir tahun 2026,” ujarnya.

Hasbi menyebut percepatan tersebut juga berkaitan dengan agenda besar KKLR pada 2027, khususnya pelaksanaan Semarak Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-81.

“Sehingga semuanya sudah bisa ikut merayakan Semarak HPRL ke-81 tahun 2027 nanti,” pungkasnya.

Pembentukan BPD di berbagai daerah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KKLR Sulsel membangun konsolidasi organisasi yang lebih luas.

Dengan semakin banyaknya BPD yang terbentuk, jaringan diaspora WTL di Sulawesi Selatan diharapkan dapat semakin terorganisasi dan memiliki ruang koordinasi yang lebih kuat dalam menjalankan agenda sosial, budaya, kemasyarakatan, serta pembangunan Luwu Raya. (*)