PASANGKAYU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah menjadi momentum bagi keluarga besar Wija To Luwu di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah di tanah rantau.
Kegiatan yang digelar Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Kabupaten Pasangkayu itu berlangsung di salah satu kafe di Pasangkayu, Minggu (20/9/2026).
Sekitar seratusan diaspora Wija To Luwu yang bermukim di Pasangkayu dan sekitarnya hadir dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi peringatan keagamaan, acara ini juga menjadi ruang perjumpaan bagi warga asal Luwu Raya untuk mempererat hubungan kekeluargaan.
Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mempererat Ukhuwah Islamiah dan Membangun Kebersamaan Antar Sesama.”
Tema tersebut menjadi pijakan kegiatan untuk menempatkan keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya sebagai nilai keagamaan, tetapi juga sebagai landasan dalam membangun hubungan sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten III Pemerintah Kabupaten Pasangkayu serta tujuh ketua atau perwakilan organisasi kerukunan keluarga lainnya yang berada di daerah tersebut.
Kehadiran berbagai komunitas kerukunan itu memperlihatkan bahwa ruang silaturahmi diaspora dapat berkembang menjadi jembatan antarkelompok masyarakat.

Maulid sebagai Ruang Memperkuat Persaudaraan
Bagi diaspora Wija To Luwu, pertemuan seperti ini memiliki arti penting. Jarak dari tanah asal membuat ruang-ruang silaturahmi menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat identitas bersama.
Di tengah kehidupan masyarakat Pasangkayu yang dihuni warga dengan latar belakang budaya yang beragam, keberadaan KKLR juga dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan yang harmonis dengan komunitas lainnya.
Karena itu, peringatan Maulid tidak hanya diisi dengan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga untuk saling bertemu, berbagi kabar, dan mempererat hubungan antarsesama diaspora.
Pesan-pesan keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, membantu, dan menjaga persaudaraan.

Penceramah dalam kegiatan tersebut adalah Ustadz Eka Herisuista, S.Pd., M.Pd. Seratusan anggota KKLR turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut.
Melalui momentum Maulid Nabi, BPD KKLR Pasangkayu tidak hanya menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga merawat modal sosial diaspora Wija To Luwu di tanah rantau.
Silaturahmi internal keluarga besar Luwu Raya sekaligus perjumpaan dengan komunitas kerukunan lainnya menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan yang lebih luas di Kabupaten Pasangkayu.
Dengan semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW, diaspora Wija To Luwu diharapkan terus menjaga persaudaraan, menghargai keberagaman, serta mengambil bagian dalam kehidupan sosial masyarakat Pasangkayu. (*)
