KENDARI — Andi Basmal resmi mengemban tugas sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara. Ia menggantikan Topan Sopuan yang mendapat amanah baru sebagai Kakanwil Kementerian Hukum Maluku Utara dalam acara pisah sambut di Kendari, Rabu (28/10/2026) malam.
Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru bagi Kanwil Kemenkum Sulawesi Tenggara. Bagi komunitas Wija to Luwu (WTL), warga keturunan Tana Luwu, penugasan Andi Basmal juga menjadi kebanggaan tersendiri.
Andi Basmal sebelumnya menjabat Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan setelah dilantik Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas pada 4 Desember 2024.
Sebelum meninggalkan Makassar, ia memimpin apel pagi pada Senin (19/10/2026) untuk berpamitan kepada jajaran.
Dalam kesempatan itu, ia menitipkan tiga prinsip bagi aparatur, yakni integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian. Ia juga berharap Kanwil Kemenkum Sulsel tetap mempertahankan kinerja dan bersaing di jajaran teratas kantor wilayah se-Indonesia.
Tekankan Kesinambungan dan Pelayanan Publik
Dalam sambutan perdananya sebagai Kakanwil Kemenkum Sulawesi Tenggara, Andi Basmal menegaskan komitmen untuk melanjutkan program dan capaian positif yang telah dirintis pendahulunya.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan pelaksanaan tugas serta kolaborasi seluruh jajaran untuk memastikan pelayanan hukum kepada masyarakat berjalan optimal.
“Dukungan dan kolaborasi dari seluruh pegawai menjadi bagian penting dalam mendorong pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Hukum agar berjalan optimal, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.
Acara pisah sambut tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara yang mewakili Gubernur Andi Sumangerukka, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala kantor wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Kepala LPP RRI Kendari, serta jajaran pegawai Kanwil Kemenkum Sulawesi Tenggara.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan itu mencerminkan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kebanggaan Wija to Luwu
Kedekatan Andi Basmal dengan komunitas Wija to Luwu telah terjalin sejak ia bertugas di Sulawesi Selatan.
Pada 3 Februari 2025 silam, Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulsel yang dipimpin Ir. Hasbi Syamsu Ali bersama belasan pengurus bersilaturahmi ke ruang kerja Andi Basmal di Kantor Kemenkumham Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Dalam pertemuan tersebut, Hasbi menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antarsesama Wija to Luwu, khususnya mereka yang menduduki jabatan strategis di pemerintahan.
“Bahwa ada WTL yang jadi pejabat, itu merupakan kesyukuran dan kebanggaan kita bersama,” ujar Hasbi.
Ia menyampaikan bahwa KKLR hadir sebagai wadah diaspora Luwu Raya yang berharap Andi Basmal tetap memberi perhatian kepada tanah kelahiran serta menjaga kekompakan dan kebersamaan.
Andi Basmal menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia mengaku merasa seperti didatangi keluarga sendiri.
Dengan nada bercanda, ia mengatakan seharusnya dirinya lebih dahulu berkunjung ke KKLR agar tidak mabusung, istilah lokal yang merujuk pada kualat. Ucapannya disambut tawa para hadirin kala itu.
Harapan Pelayanan Hukum hingga ke Daerah
Bagi masyarakat Luwu Raya yang berada di perantauan, kepemimpinan Andi Basmal di Sulawesi Tenggara turut membawa harapan agar akses terhadap layanan hukum semakin baik.
Layanan kekayaan intelektual, pembentukan produk hukum daerah, bantuan hukum, hingga pencatatan badan hukum merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari.
“Kami ucapkan selamat bertugas di tempat yang baru untuk Bapak Andi Basmal, salah satu WTL kebanggaan kita. Semoga sukses di bumi Sultra yang juga rumahnya Wija to Luwu,” kata Hasbi Syamsu Ali, Kamis (29/10).

Selama bertugas di Sulawesi Selatan, Andi Basmal terus mendorong perluasan layanan hukum hingga ke daerah.
Dalam audiensi dengan Wali Kota Parepare pada 12 Maret 2025, misalnya, dibahas kerja sama layanan kekayaan intelektual bagi pelaku UMKM, pengawasan notaris, pendaftaran perseroan perorangan, dan penyusunan rancangan peraturan daerah.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal dalam menjalankan tugas barunya di Sulawesi Tenggara.
Dengan kepemimpinan Andi Basmal, Kanwil Kemenkum Sulawesi Tenggara diharapkan mampu menjaga kesinambungan program, memperkuat sinergi antarlembaga, serta meningkatkan kualitas pelayanan hukum bagi masyarakat.
Bagi Wija to Luwu, penugasan ini bukan hanya menjadi kebanggaan atas kiprah seorang putra Tana Luwu, tetapi juga menghadirkan harapan agar pengabdian di tanah rantau tetap berjalan seiring dengan kepedulian terhadap masyarakat dan daerah asal. (*)
