Peringati Tahun Baru 1448 H, KKLR Ajak Wija To Luwu Perkuat Persaudaraan di Perantauan

Peringatan Tahun Baru Hijriah BPP KKLR

JAKARTA — Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR) memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dengan menggelar silaturahmi dan pemberian santunan kepada 50 anak yatim di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Umum BPP KKLR, H. Arsyad Kasmar, SH, tersebut menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meneguhkan semangat kebersamaan warga Luwu di perantauan.

Anak-anak yatim yang menerima santunan berasal dari keluarga berdarah Tana Luwu, keluarga Bugis yang berdomisili di Jakarta, serta anak-anak yatim piatu dari Panti Asuhan Taman Syurga, Jakarta Utara.

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah Islamiyah dan Menebar Kebaikan”, kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan para tokoh, penyampaian hikmah Tahun Baru Islam, serta doa bersama.

Ketua Umum BPP KKLR, H. Arsyad Kasmar, mengatakan peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan sesama warga Luwu di mana pun berada.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan para orang tua dari Tana Luwu selalu menekankan pentingnya menjaga pammesaran atau kebersamaan, terutama bagi masyarakat yang hidup di tanah rantau.

“Pesan orang tua kita sejak dulu adalah menjaga persaudaraan dan kebersamaan. Karena itu, walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda, kita tetap dipersatukan dalam KKLR untuk saling membantu dan saling sipatuo,” ujar Arsyad.

Peringatan Tahun Baru 1448 H BPP KKLR

Ia juga mengajak seluruh Wija To Luwu menjadikan momentum hijrah sebagai sarana untuk memperbanyak rasa syukur, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, khususnya anak-anak yatim.

Ketua Dewan Pembina BPP KKLR, Mayjen TNI AD (Purn.) Dr. H. Marga Taufiq, SH, MH, dalam sambutannya menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Menurutnya, semangat hijrah harus diterjemahkan dalam bentuk kesiapan menghadapi masa depan melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan teknologi informasi, perluasan jejaring komunikasi, dan profesionalisme dalam bekerja.

“Generasi muda harus mampu menjawab tantangan zaman dengan terus belajar, mengembangkan diri, dan mengambil inspirasi dari orang-orang yang telah berhasil,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian BPP KKSS, Prof. Dr. H. Andi Muhammad Syakir, MS, menegaskan pentingnya pendidikan dan penguatan ekonomi sebagai fondasi membangun masa depan generasi bangsa.

Ia menjelaskan bahwa BPP KKSS saat ini terus mengembangkan berbagai program strategis, termasuk melalui Satgas Pendidikan dan Satgas Ekonomi yang telah berjalan di lingkungan organisasi.

Menurutnya, semangat hijrah juga harus dimaknai sebagai transformasi menuju masyarakat yang lebih berilmu, mandiri secara ekonomi, dan mampu bersaing di tingkat global.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Muhammad Syakir juga menegaskan bahwa KKLR merupakan salah satu pilar terkuat dalam keluarga besar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

“KKLR adalah salah satu kekuatan utama dalam KKSS. Karena itu persaudaraan dan kebersamaan harus terus dijaga dan diperkuat,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Palopo, Dr. H. Ahmad Syarifuddin, SE, MSi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum BPP KKLR Bidang Pengembangan Otonomi Daerah dan Partisipasi Pembangunan Nasional, turut mengapresiasi peran organisasi tersebut dalam menyatukan Wija To Luwu di berbagai daerah.

Menurutnya, para perantau memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah asal melalui berbagai bentuk kontribusi, baik dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun penguatan nilai-nilai budaya.

Hikmah Tahun Baru Islam disampaikan oleh Dr. Ir. H. Abdul Aziz Kahar Mudzakkar, MSi. Dalam tausiahnya, ia menjelaskan bahwa esensi hijrah adalah perubahan menuju kondisi yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial masyarakat.

Ia menilai berbagai gagasan yang disampaikan para tokoh dalam kegiatan tersebut, mulai dari kepedulian terhadap anak yatim, pembangunan masjid, penguatan pendidikan, ekonomi, hingga ketahanan pangan, merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

“Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama,” tuturnya.

Sekretaris Jenderal BPP KKLR, H. Jaya Lupu, mengungkapkan bahwa hingga saat ini KKLR terus berkembang sebagai organisasi paguyuban masyarakat Luwu di perantauan.

Saat ini, BPP KKLR telah membentuk Badan Pengurus Wilayah (BPW) di 16 provinsi serta Badan Pengurus Daerah (BPD) di 56 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Organisasi ini juga telah membentuk badan otonom seperti Ikatan Pemuda Luwu Raya (IPLR) yang berkembang hingga tingkat daerah.

Menurutnya, berbagai kegiatan silaturahmi yang rutin dilaksanakan KKLR bertujuan mempererat hubungan antarsesama warga Luwu sekaligus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi nilai utama organisasi.

Acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada 50 anak yatim dan makan siang bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen BPP KKLR untuk terus merawat persaudaraan, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. (*)