KENDARI — Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Tenggara resmi memiliki kepengurusan baru setelah pelantikan yang digelar di J Hotel Claro, Kendari, Sabtu (26/8/2022). Kepengurusan periode baru dipimpin oleh Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh Luwu Raya dari berbagai daerah.
Tampak hadir Yang Mulia Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, Ketua BPW KKLR Sulawesi Selatan Ir Hasbi Syamsu Ali, Buhari Qahhar Mudzakkar, Bupati Luwu Basmin Mattayang, Wakil Bupati Luwu Utara Suaib Mansur, Jamal Nawir, serta sejumlah tokoh masyarakat Luwu Raya lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua BPW KKLR Sulawesi Tenggara yang baru dilantik, Burhanuddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah menyukseskan pelantikan tersebut.
Ia mengaku bersyukur atas kehadiran para tokoh Luwu Raya, unsur pemerintah, serta pengurus KKLR dari berbagai wilayah yang menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan warga Luwu di perantauan.
“Hari ini saya sangat bahagia atas kehadiran semua yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Pelantikan ini terselenggara atas dukungan seluruh pihak yang hadir dan bekerja mempersiapkan acara ini,” ujar Burhanuddin.
Momentum pelantikan juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran KKLR sebagai wadah pemersatu masyarakat Luwu Raya di Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, mengingatkan seluruh pengurus KKLR agar senantiasa menghadirkan manfaat bagi masyarakat di mana pun berada.
Menurutnya, setiap amanah yang diberikan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian sebagaimana nilai Toddopuli yang menjadi filosofi masyarakat Luwu.
“Toddopuli itu bukan semangat bunuh-bunuhan, bukan tikam-tikaman. Tetapi tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan,” ujarnya.
Datu Luwu juga mengajak seluruh jajaran KKLR untuk terus menjaga persatuan warga Luwu sekaligus melanjutkan ikhtiar memperjuangkan aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya sebagai cita-cita bersama yang telah diwariskan para pendahulu.
Kehadiran sejumlah kepala daerah dan tokoh masyarakat Luwu Raya semakin menegaskan dukungan terhadap penguatan organisasi KKLR sebagai wadah silaturahmi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat Luwu di berbagai daerah.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal bagi kepengurusan baru BPW KKLR Sulawesi Tenggara untuk semakin memperkuat solidaritas warga Luwu, membangun sinergi dengan pemerintah daerah, serta berkontribusi dalam pembangunan di Sulawesi Tenggara tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan persaudaraan yang menjadi identitas masyarakat Luwu Raya. (*)

