Ketum KKLR Arsyad Kasmar Ziarahi Jejak Leluhur Wija To Luwu di Pulau Penyengat

Arsyad Kasmar Ziarahi Jejak Leluhur Wija To Luwu di Pulau Penyengat

BATAM — Sehari setelah melantik Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW-KKLR) Provinsi Kepulauan Riau periode 2025–2030, Ketua Umum BPP KKLR H. Arsyad Kasmar bersama jajaran pengurus mendapat undangan khusus dari Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, untuk mengunjungi Pulau Penyengat, Sabtu (25/7/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda wisata sejarah. Bagi rombongan KKLR, Pulau Penyengat menjadi tempat yang memiliki ikatan emosional dengan sejarah panjang masyarakat Luwu di Nusantara.

Dalam rombongan turut hadir Sekretaris Jenderal BPP KKLR H. Jaya Lupu, Ketua BPW KKLR Riau, Wakil Wali Kota Palopo, serta sejumlah pengurus KKLR dari berbagai daerah.

Rombongan berangkat dari pelabuhan menggunakan speedboat menuju Pulau Penyengat, pulau bersejarah yang menjadi salah satu pusat peradaban Kesultanan Riau-Lingga.

Di pulau tersebut, rombongan berziarah ke makam Raja Haji Fisabilillah Ibni Daeng Celak, tokoh nasional yang dikenal sebagai Pahlawan Nasional sekaligus Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga yang memerintah pada periode 1777–1784. Raja Haji Fisabilillah merupakan keturunan Bugis yang memiliki hubungan erat dengan garis keturunan Wija To Luwu.

Rombongan juga mengunjungi makam Raja Ali Haji, ulama, sastrawan, sekaligus pujangga Melayu yang dikenal sebagai penggagas tata bahasa Melayu modern melalui karya monumentalnya Kitab Pengetahuan Bahasa. Raja Ali Haji juga merupakan keturunan keluarga bangsawan Bugis yang berperan besar dalam perjalanan sejarah Kesultanan Riau-Lingga.

Bagi Arsyad Kasmar, kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat Luwu dan Bugis memiliki jejak sejarah yang kuat dalam membangun peradaban di Tanah Melayu.

“Ini bukan sekadar ziarah, tetapi perjalanan mengenang jejak para leluhur yang telah memberi kontribusi besar bagi sejarah Nusantara. Generasi hari ini harus menjaga nama baik, kehormatan, dan melanjutkan semangat pengabdian mereka,” ujar Arsyad.

Ketua Umum BPP KKLR H Arsyad Kasmar

Sehari sebelumnya, Arsyad memimpin pelantikan BPW KKLR Kepulauan Riau periode 2025–2030 dengan menyerahkan Surat Keputusan kepengurusan kepada Capt. Eko Santosa sebagai Ketua BPW KKLR Kepri. Pada kesempatan yang sama turut dilantik pengurus KKLR tingkat kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau.

Dalam sambutannya saat pelantikan, Arsyad menegaskan bahwa KKLR harus menjadi rumah besar yang memperkuat persaudaraan masyarakat Luwu Raya di perantauan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan kehormatan leluhur.

“Pesan leluhur adalah menjaga nama baik dan kehormatan. Kepri, khususnya Batam, merupakan daerah yang sangat istimewa dengan potensi besar. Mari kita terus menjaga persatuan dan ikut membangun daerah perantauan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan masyarakat Bugis telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Kepulauan Riau. Karena itu, hubungan persaudaraan tersebut harus terus dipelihara sebagai kekuatan dalam membangun daerah.

Menurut Ansar, Kepri merupakan provinsi strategis yang berada di jalur pelayaran internasional dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN. Di tengah pertumbuhan investasi yang terus meningkat, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk diaspora Luwu Raya, untuk mengambil bagian dalam pembangunan.

“Walaupun kita heterogen, seluruh suku hidup rukun, termasuk masyarakat Bugis. Payung budaya adalah rumah besar kita. Mari kita berkontribusi bersama untuk kemajuan Kepulauan Riau,” ujar Ansar.

Kunjungan ke Pulau Penyengat pun menjadi penutup rangkaian kegiatan pelantikan BPW KKLR Kepri, sekaligus menegaskan bahwa semangat merawat sejarah dan budaya harus berjalan beriringan dengan kontribusi nyata diaspora Luwu Raya dalam pembangunan daerah di Tanah Melayu. (*)