MAKASSAR — Kerukunan Keluarga Rante Balla (KKRB) Makassar dan sekitarnya menggelar buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Lantai 19 Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan ini merupakan program Bidang Kerohanian Islam KKRB Makassar.
Selain sebagai ajang berbuka puasa, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi di antara anggota paguyuban serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan keberkahan dalam menjalankan ibadah puasa.

Menariknya, tradisi buka puasa bersama KKRB tidak hanya dihadiri oleh anggota yang beragama Islam. Sejumlah anggota KKRB dari kalangan umat Kristiani juga turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Mereka tidak sekadar hadir untuk bersilaturahmi, tetapi juga membawa aneka kue, buah-buahan, serta makanan untuk dinikmati bersama saat berbuka puasa.
Kebersamaan lintas keyakinan ini telah menjadi tradisi yang terjaga dari tahun ke tahun sebagai wujud nyata toleransi dan saling menghargai di tengah keberagaman.

Ketua Bidang Kerohanian Islam KKRB, Husba Phada, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari partisipasi dan dukungan para anggota KKRB.
Menurutnya, sejumlah tokoh dan anggota turut memberikan kontribusi besar dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Di antaranya Dewan Penasehat KKRB Hj. Hardayan yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina Yayasan Sandikarsa yang menaungi Politeknik Kesehatan Sandikarsa dan Rumah Sakit Sandikarsa.
Selain itu, Ketua KKRB Makassar Ir. Ayu Kanna juga memberikan dukungan dengan menyiapkan lokasi kegiatan serta memberikan semangat kepada panitia.
Dukungan lainnya datang dari Hj. Ati Yona, pemilik Rumah Kapurung, yang menyajikan kuliner khas Luwu berupa kapurung untuk para peserta.

Sejumlah tokoh dan anggota KKRB lainnya juga turut berkontribusi, antara lain Andi Muliono Pasande, Gunawan Rallang, Titiana Yuliana, Juliana Bunga Sondong, serta anggota KKRB yang membawa aneka kue dan buah-buahan untuk dinikmati bersama.
“Semua ini menunjukkan kuatnya rasa kekeluargaan dalam KKRB,” ujar Husba Phada.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan undangan, di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Dr dr HM Ishaq Iskandar, Ketua Dewan Pakar BPW KKLR Sulsel Prof Dr Jasruddin MSi yang juga Ketua Majelis Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), serta Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda bersama jajaran pengurus BPW KKLR.

Dalam kesempatan itu, ceramah Ramadan disampaikan oleh Prof Dr Tasbih Hanafiah S.Ag, M.Ag yang juga merupakan bagian dari keluarga besar KKRB.
Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema tentang pentingnya menata hati dan perilaku selama bulan Ramadan serta menegaskan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menyampaikan bahwa perbedaan merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia, namun tetap harus disikapi dengan sikap saling menghargai dan menghormati, termasuk dalam perbedaan keyakinan.

Menurutnya, manusia pada hakikatnya memiliki banyak ikatan persaudaraan, baik karena kesamaan iman, kesamaan bangsa dan daerah, maupun karena nilai kemanusiaan.
“Apa yang kita saksikan dalam kegiatan buka puasa bersama KKRB ini merupakan contoh nyata toleransi. Perbedaan keyakinan tidak harus membuat kita terkotak-kotak, tetapi justru bisa menjadi kekuatan untuk saling bersinergi dan peduli satu sama lain,” ujarnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung semarak dan dihadiri sekitar 200 anggota KKRB serta para undangan. Setelah berbuka puasa dan menunaikan salat Magrib berjamaah, rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan arisan keluarga yang menjadi tradisi internal di lingkungan KKRB. (*)

