KKLR Teluk Bintuni Peringati Maulid Nabi, Yohanis Manibuy Tekankan Kebersamaan

Peringatan Maulid Nabi KKLR Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI — Semangat merawat persaudaraan di tanah rantau mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Teluk Bintuni di SP5 Jalur 3, Kampung Argosigemarai, Minggu (14/9/2025).

Peringatan tersebut dihadiri langsung Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, serta tokoh masyarakat dan warga yang tergabung dalam KKLR. Lantunan shalawat, tausiyah, penampilan kelompok ibu-ibu pengajian hingga sajian khas Maulid menyemarakkan kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Yohanis Manibuy mengapresiasi kekompakan masyarakat KKLR yang terus menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat ikatan sosial di tengah keberagaman masyarakat Teluk Bintuni.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan memperkuat semangat gotong royong.

“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, mari kita meneladani akhlak Rasulullah SAW dengan memperkuat iman, mempererat ukhuwah, dan menebarkan rahmat bagi sesama,” ujar Yohanis.

Menurut dia, semangat kebersamaan dan persaudaraan menjadi modal penting dalam membangun daerah. Karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga harmoni serta berpartisipasi dalam pembangunan Teluk Bintuni.

Politik Berlalu, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Pesan tentang pentingnya kembali merajut kebersamaan juga disampaikan Ketua KKLR Teluk Bintuni, Yasman Yasir, SE.

Ia menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan wujud kecintaan umat kepada Rasulullah. Pada saat yang sama, Maulid harus menjadi pengingat untuk terus memperkuat keimanan, ukhuwah dan kepedulian terhadap sesama.

Yasman secara khusus mengajak seluruh warga untuk mengedepankan persatuan dan mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang muncul dalam kontestasi politik.

“Politik sudah lewat, mari kita bersatu, saling merangkul, dan mempertegas kembali tema peringatan ini, yaitu Meneguhkan Keimanan, Memperkuat Persaudaraan, dan Menebar Rahmat,” tegasnya.

Menurut Yasman, nilai persaudaraan yang selama ini dijaga masyarakat Luwu Raya di perantauan perlu terus dirawat melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan.

Jaga Silaturahmi dengan Masyarakat Asli Teluk Bintuni

Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Teluk Bintuni, Erwin Beddu Nawawi, mengingatkan pentingnya memperkuat silaturahmi di tengah masyarakat yang beragam.

Ia menekankan bahwa masyarakat perantau harus terus membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk masyarakat asli dari tujuh suku yang ada di Teluk Bintuni.

Erwin juga menyampaikan dukungan terhadap program pembangunan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni di bawah kepemimpinan Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara.

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh kelompok masyarakat tanpa memandang asal-usul.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh KKLR Teluk Bintuni kemudian ditutup dengan tausiyah agama, shalawat, doa bersama dan ramah tamah.

Melalui peringatan tersebut, KKLR Teluk Bintuni berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat terus menjadi pegangan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus memperkuat persaudaraan antara warga perantau dan seluruh masyarakat di Teluk Bintuni. (*)