JAKARTA — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Wija To Luwu. Aswar Hasan, akademisi dan tokoh Luwu Raya yang dikenal luas di dunia komunikasi dan media, tutup usia pada usia 62 tahun.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR), H. Arsyad Kasmar SH, menyebut kepergian almarhum sebagai kehilangan besar bagi Luwu Raya.
“Beliau sosok yang sangat baik, orangnya merendah. Setiap ketemu, selalu menyapa sambil menanyakan kabar. ‘Sehat-sehatki Daeng, apa kareba,’ begitu ucapnya setiap kali bertemu,” kenang Arsyad di Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Arsyad mengajak seluruh masyarakat Luwu Raya untuk mendoakan almarhum. “Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT, segala dosa-dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan,” ujarnya.
Sebagai pribadi dan pimpinan BPP KKLR, Arsyad mengaku sangat kehilangan sosok berilmu sekaligus pribadi yang sulit dicari penggantinya.
“Beliau pernah berkiprah di Palopo, Sulsel, dan Pusat. Maka Wija To Luwu patut menundukkan kepala atas kepergian beliau. Selamat jalan sahabatku!” pungkasnya.
Diketahui, Aswar Hasan merupakan doktor bidang administrasi kebijakan publik yang juga dikenal sebagai pembimbing utama riset mahasiswa S1 dan S2 di peminatan media massa dan kajian media. Ia pernah mendirikan komunitas “Liga Film Makassar” yang fokus pada analisis perfilman.
Pria kelahiran Palopo tahun 1963 ini memiliki kiprah yang luas di bidang akademik, media, dan organisasi yang menjadikannya salah satu figur penting bagi Wija To Luwu. (*)

