Prof Rahmawati, Perempuan WTL di Balik Penguatan Kultur Riset UMPalopo

Prof Rahmawati UMPalopo

PALOPO — Penguatan kultur riset dan tradisi akademik di lingkungan Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo) tidak lepas dari kontribusi para akademisinya.

Salah satu figur yang cukup menonjol dalam perjalanan tersebut adalah Prof. Rahmawati, akademisi perempuan Wija to Luwu (WTL) yang dikenal aktif dalam penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan ekosistem akademik kampus.

Di tengah tantangan perguruan tinggi daerah untuk terus berkembang dan berdaya saing, kiprah Prof. Rahmawati menjadi bagian penting dari upaya UMPalopo membangun budaya akademik yang produktif, kritis, dan kontekstual.

Selama bertahun-tahun berkiprah di dunia pendidikan tinggi, Prof. Rahmawati dikenal konsisten mendorong penguatan budaya riset, publikasi ilmiah, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang tetap berpijak pada realitas sosial masyarakat.

Setelah kampus tersebut mengukuhkan sejumlah guru besar sebagai bagian dari penguatan kultur riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, kiprah para akademisinya pun semakin mendapat perhatian.

UMPalopo Kukuhkan Dua Guru Besar, Perkuat Tradisi Akademik dan Riset

Prof. Rahmawati, SE., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA., merupakan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palopo yang dikenal aktif dalam pengembangan riset akuntansi, auditing, sustainability reporting, hingga isu corporate social responsibility (CSR) berbasis budaya dan kearifan lokal masyarakat Luwu.

Produktivitas riset yang ia bangun sejak masih berada di STIE Muhammadiyah Palopo hingga bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Palopo menjadikan namanya cukup dikenal di kalangan akademisi, khususnya dalam kajian akuntansi sosial dan keberlanjutan.

Nama Prof. Rahmawati bukanlah sosok baru dalam dunia akademik di Tana Luwu. Perempuan kelahiran Ulusalu, 6 Februari 1976 ini telah menapaki perjalanan panjang di dunia pendidikan tinggi dan konsisten membangun reputasi akademik melalui penelitian, publikasi ilmiah, seminar internasional, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Karier akademiknya dimulai sejak menjadi tenaga pengajar di STIE Muhammadiyah Palopo pada 2007. Saat itu, ia mengampu sejumlah mata kuliah strategis seperti Akuntansi Biaya, Auditing, hingga Corporate Sustainability atau CSR.

Setelah transformasi kelembagaan menjadi Universitas Muhammadiyah Palopo, Rahmawati terus melanjutkan pengabdiannya sebagai dosen tetap di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Latar belakang akademiknya memperlihatkan fondasi keilmuan yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di STIE YPUP, kemudian meraih gelar Magister Sains Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin pada 2010. Puncaknya, ia berhasil menyelesaikan program doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin pada 2017.

Dalam perjalanan akademiknya, Prof. Rahmawati dikenal sebagai peneliti yang memiliki perhatian besar terhadap isu tanggung jawab sosial perusahaan, masyarakat adat, dan budaya lokal Luwu. Sejumlah risetnya bahkan banyak menyoroti hubungan antara industri ekstraktif dan masyarakat lokal.

Salah satu karya yang cukup mendapat perhatian adalah penelitian tentang marginalisasi masyarakat adat Luwu dalam praktik corporate social responsibility (CSR) perusahaan tambang di Indonesia.

Melalui pendekatan postmodernisme, Rahmawati mencoba membedah bagaimana konsep CSR tidak hanya dipahami sebagai kewajiban administratif perusahaan, tetapi juga harus menjadi instrumen keadilan sosial bagi masyarakat terdampak.

Ia juga aktif mengembangkan model social audit dan pendekatan CSR berbasis budaya lokal. Gagasannya tentang integrasi budaya Luwu dalam implementasi CSR bahkan dipresentasikan dalam berbagai forum internasional, termasuk konferensi di Sri Lanka dan sejumlah seminar internasional bidang akuntansi dan keuangan.

Konsistensinya dalam bidang tersebut membuat Prof. Rahmawati memiliki sejumlah sertifikasi profesional bergengsi. Ia tercatat sebagai Chartered Accountant (CA) dari Ikatan Akuntan Indonesia, Certified Sustainability Reporting Specialist (CSRS), Certified Sustainability Reporting Assurer (CSRA), serta Internal Auditor Muhammadiyah.

Tidak hanya aktif dalam penelitian, Prof. Rahmawati juga terlibat dalam berbagai forum akademik internasional sebagai presenter, moderator, reviewer jurnal ilmiah, hingga keynote speaker. Ia pernah menjadi reviewer untuk Emerald Publishing dan sejumlah jurnal ilmiah nasional maupun internasional.

Produktivitas akademiknya terlihat dari panjangnya daftar penelitian yang ia hasilkan sejak 2015 hingga 2025.

Topik yang ditelitinya sangat beragam, mulai dari fraud detection, auditing, akuntansi syariah, pengendalian internal, kewirausahaan mahasiswa, religiusitas konsumen perbankan syariah, hingga smart farming dan pembangunan masyarakat berkelanjutan.

Menariknya, sebagian besar penelitian Prof Rahmawati tetap berpijak pada realitas sosial masyarakat. Ia tidak hanya bergerak dalam ruang akademik yang abstrak, tetapi berupaya menjadikan riset sebagai alat membaca persoalan sosial secara lebih nyata.

Dalam sejumlah penelitian terkait CSR dan masyarakat adat, misalnya, Prof Rahmawati banyak menyoroti pentingnya menghadirkan pembangunan yang tidak mengabaikan hak-hak komunitas lokal. Perspektif tersebut membuat karya-karyanya memiliki karakter kritis sekaligus kontekstual.

Selain dikenal sebagai akademisi, Prof. Rahmawati juga aktif dalam berbagai aktivitas organisasi dan pengabdian sosial kemasyarakatan.

Akademisi yang baru saja dikukuhkan pada Rabu, 6 Mei 2026 itu juga tercatat sebagai pengurus Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan pada Departemen Pengabdian Masyarakat.

Keterlibatannya di KKLR menunjukkan bahwa kiprah Prof. Rahmawati tidak hanya berada di ruang akademik, tetapi juga bersentuhan langsung dengan aktivitas sosial dan penguatan jejaring masyarakat Tana Luwu di Sulawesi Selatan.

Selain dikenal sebagai akademisi, Prof. Rahmawati juga aktif dalam pengembangan kelembagaan kampus. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE Muhammadiyah Palopo periode 2018-2022 sebelum kampus tersebut berkembang menjadi Universitas Muhammadiyah Palopo.

Perannya dalam penguatan akademik kampus sejalan dengan semangat UMPalopo yang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya dosen dan penguatan budaya riset.

Sebelumnya, Universitas Muhammadiyah Palopo juga telah mengukuhkan sejumlah guru besar sebagai bagian dari penguatan tradisi akademik dan riset di lingkungan kampus. Momentum tersebut menegaskan komitmen UMPalopo dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, produktif, dan berdaya saing.

Dalam konteks itu, figur seperti Prof. Rahmawati menjadi bagian penting dari perjalanan akademik UMPalopo. Rekam jejak penelitian, keterlibatan internasional, serta konsistensinya mengangkat isu masyarakat lokal menunjukkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dapat berjalan berdampingan dengan keberpihakan terhadap realitas sosial.

Di tengah tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, kehadiran akademisi dengan orientasi riset yang kuat menjadi modal penting bagi perguruan tinggi daerah untuk terus berkembang.

Bagi Prof. Rahmawati, dunia akademik tampaknya bukan sekadar ruang mengajar di kelas. Lebih dari itu, akademisi adalah ruang pengabdian untuk menghadirkan ilmu yang relevan, kritis, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Dengan pengalaman panjang, jejaring akademik yang luas, serta konsistensi dalam penelitian, Prof. Rahmawati menjadi salah satu representasi akademisi perempuan dari Tana Luwu yang terus berkontribusi dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. (*)