MAKASSAR — Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak dapat dipisahkan dari pembentukan Kabupaten Luwu Tengah.
Kedua agenda tersebut merupakan satu paket kebijakan yang telah disepakati bersama dan menjadi rujukan utama dalam proses pemekaran wilayah.
Penegasan itu disampaikan Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Sulawesi Selatan, Ir Hasbi Syamsu Ali, dalam pertemuan tokoh KKLR bersama Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya di HSA Building, Makassar, Kamis (5/2/2026).
Menurut Hasbi, arah perjuangan tersebut telah tertuang secara resmi dalam Rekomendasi Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Wija to Luwu tertanggal 20 Januari 2026 serta surat Datu Luwu kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada 23 Januari 2026.
“Kedua dokumen ini menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah merupakan satu kesatuan perjuangan. Konsepnya sudah final dan tidak terpisahkan,” ujar Hasbi.
Ia menjelaskan, konsepsi wilayah Provinsi Luwu Raya mencakup Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur, yang diperkuat dengan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah sebagai daerah pemekaran baru.
“Tidak ada lagi opsi lain di luar itu. Luwu Tengah adalah bagian penting dalam perjuangan Provinsi Luwu Raya,” tegasnya.
Hasbi yang juga menjabat Koordinator Wilayah BPP DOB Luwu Raya menyampaikan bahwa saat ini badan pekerja tengah memfokuskan diri pada penyelesaian seluruh persyaratan administrasi sebagai dasar pengusulan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) ke pemerintah pusat.
Ia menyebutkan, dokumen kajian akademik dan administrasi Provinsi Luwu Raya sedang dalam tahap finalisasi. Sementara untuk Kabupaten Luwu Tengah, seluruh persyaratan dinilai telah siap.
“Dokumen Luwu Tengah sudah lama lengkap, bahkan rancangan undang-undangnya sudah tersedia. Tinggal menunggu proses persetujuan di DPR,” jelas Hasbi.
Sebagai Ketua Forum Komunikasi Daerah (FORKODA) CDOB se-Sulawesi Selatan, Hasbi juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terus menguat dalam perjuangan pemekaran wilayah tersebut.
Ia menilai sinergi antara Kedatuan Luwu, paguyuban KKLR, kepala daerah se-Luwu Raya, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, hingga warga diaspora menjadi modal utama dalam mempercepat terwujudnya aspirasi bersama.
“Dukungan yang terus mengalir menunjukkan bahwa perjuangan ini adalah kehendak kolektif masyarakat Luwu Raya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hasbi mengajak seluruh Wija to Luwu di berbagai daerah untuk tetap menjaga persatuan dan soliditas, serta menghindari dinamika yang berpotensi melemahkan gerakan.
“Kita harus bersatu dan fokus. Tantangan pasti ada, apalagi menjelang tahap akhir perjuangan. Jangan mudah terprovokasi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan dukungan, baik secara moral maupun material, demi memperkuat posisi perjuangan di tingkat nasional.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri sejumlah tokoh KKLR, di antaranya Wakil Ketua Umum BPP KKLR Dr Abdul Talib Mustafa, Ketua Dewan Pertimbangan BPP KKLR Ir Buhari Kahar M, Dewan Pakar BPP KKLR Prof Jasruddin, Wasekjen BPP KKLR Udhi Hamun, serta Wakil Ketua Bidang OK BPP KKLR Baharuddin Solongi.
Turut hadir Wasekjen Humas dan Media BPP KKLR Isra Lian, Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda, Wakil Ketua KKLR Sulsel Husba Phada, Penasehat KKLR Sulsel Nasrun Hamzah, Wasekbid Nurliati, serta Biro Humas dan Media KKLR Sulsel Adil Mubarak. (*)

