JAKARTA – Pemuda Wija To Luwu yang berada di Jakarta turut ambil bagian dalam perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan konsolidasi yang digelar di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Konsolidasi ini dilakukan sebagai respons atas rangkaian aksi demonstrasi besar-besaran yang terus bergulir di sejumlah wilayah Tana Luwu dalam menuntut percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.
Dalam pernyataannya, Pemuda Wija To Luwu menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Luwu Raya yang selama ini konsisten memperjuangkan aspirasi pemekaran.
“Kami hormat setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Wija To Luwu atas perjuangan yang selama ini dilakukan. Oleh karena itu, kami juga merasa perlu memberi dukungan. Inilah alasan kami berkumpul di Jakarta malam ini,” ungkap perwakilan pemuda.
Melalui hasil konsolidasi, Pemuda Wija To Luwu di Jakarta menyampaikan sejumlah tuntutan dan sikap resmi. Pertama, mereka meminta kejelasan terkait kelengkapan berkas pembentukan DOB Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Kedua, mereka mendesak pemerintah pusat untuk mencabut moratorium pemekaran daerah serta mempercepat pembahasan Desain Besar Penataan Daerah (Desartada).
Ketiga, mereka mendorong pemerintah daerah se-Tana Luwu dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait guna membahas percepatan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Menurut mereka, perjuangan pemekaran bukanlah ambisi segelintir elite, melainkan bagian dari upaya penataan wilayah demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas pemerintahan.
“Perjuangan ini bukan kepentingan kelompok tertentu, tetapi untuk kepentingan masyarakat luas agar pelayanan publik semakin baik dan pemerintahan lebih efektif,” tegas mereka.
Selain itu, Pemuda Wija To Luwu di Jakarta menegaskan bahwa inisiatif yang mereka lakukan merupakan panggilan sejarah dan bentuk solidaritas terhadap perjuangan masyarakat di kampung halaman.
“Kami yang berada di Jakarta berinisiatif karena ini adalah panggilan sejarah. Kami ingin tetap senafas dengan saudara-saudara kami di Tana Luwu yang sedang berjuang,” tambah mereka.
Di akhir pernyataannya, Pemuda Wija To Luwu berharap langkah yang mereka lakukan mendapat restu dan doa dari seluruh masyarakat di Tana Luwu.
“Semoga apa yang kami lakukan di Jakarta mendapat restu dan doa dari seluruh masyarakat Wija To Luwu. Perjuangan ini bersifat kolektif demi terwujudnya Provinsi Luwu Raya sesuai slogan Wanua Mappatuo Naewai Alena,” pungkas mereka. (*)

