Respon Kondisi Kebangsaan, Ketua Umum KKLR Imbau Wija To Luwu Jaga Ketertiban dan Tolak Anarkisme

H Arsyad Kasmar Ketua Umum BPP KKLR

JAKARTA — Gelombang protes keresahan sosial dalam beberapa pekan terakhir mewarnai berbagai daerah di Indonesia. Namun, sebagian aksi tersebut berujung ricuh karena disusupi tindakan anarkis yang justru menimbulkan kekhawatiran publik.

Di tengah situasi yang menghangat itu, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR), H. Arsad Kasmar, menyerukan kepada seluruh warga perantau asal Luwu Raya agar tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak jelas.

Arsad menekankan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi, namun segala bentuk tindakan anarkis tidak bisa dibenarkan.

Menurutnya, upaya menciptakan keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat perantau yang tergabung dalam keluarga besar Wija To Luwu.

“Kami himbau agar menjaga ketertiban dan ketenangan di lingkungan masing-masing. Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas. Negara kita negara demokrasi, tetapi negara kita sangat tidak setuju dengan adanya anarkis,” tegas Arsad dalam pernyataan resminya, Senin (1/9).

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Luwu Raya untuk bersatu dan mendukung pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Arsad menegaskan, setiap tindakan yang menimbulkan kericuhan hanya akan merugikan bangsa dan mencederai citra masyarakat Luwu Raya yang dikenal menjunjung tinggi persatuan dan nilai kekerabatan.

“Ayo mari kita bersatu membantu pemerintah untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Dan jangan ikut-ikut hal-hal yang dapat mericuhkan bangsa, masyarakat, dan citra keluarga besar kita Wija To Luwu,” tandasnya. (*)