JAKARTA — Jumat, 23 Januari 2026, menjadi hari bersejarah bagi seluruh Wija To Luwu (WTL). Tepat 80 tahun lalu, rakyat Luwu mengobarkan perlawanan terhadap penjajah sebagai bentuk pembelaan terhadap martabat dan kedaulatan bangsa.
Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 tahun ini tidak hanya digelar di wilayah Luwu Raya, tetapi juga menggema di berbagai daerah, termasuk di Ibu Kota Jakarta.
Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR) turut memperingati momentum bersejarah tersebut dengan menggelar ziarah dan doa bersama di Taman Makam Pahlawan Utama (TMPU) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat pagi.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini dihadiri jajaran pengurus BPP KKLR, Dewan Pembina KKLR Mayjen TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq—yang juga menjabat Wakil Direktur Utama Perum Bulog—serta ratusan WTL se-Jabodetabek.
Meski hujan mengguyur Jakarta dan sejumlah ruas jalan tergenang banjir, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme WTL untuk hadir dan mendoakan para pahlawan asal Tana Luwu.
Turut hadir Ketua Umum KKLR H. Arsyad Kasmar bersama istri, Sekretaris Jenderal H. Jaya Lupu, Bendahara Umum H. Budi Harta Winata, Prof. Dr. Andi Arus Victor beserta istri, serta sejumlah tokoh Luwu Raya lainnya, di antaranya Hasrul Rahman dan Badaruddin A. Picunang.

Ketua Umum KKLR H. Arsyad Kasmar menegaskan bahwa semangat memperingati HPRL tetap menyala meskipun berada jauh dari kampung halaman.
“Meski berada di tanah rantau, semangat untuk menghormati dan mengenang jasa para pahlawan Luwu tetap kami gelorakan,” ujar Arsyad.
Ia berharap WTL di berbagai daerah turut melakukan kegiatan serupa sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah berkontribusi bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kami berharap WTL di tanah rantau dapat melakukan hal yang sama, untuk menghormati dan mendoakan arwah para pahlawan kita, sebagai wujud penghargaan atas nilai perjuangan mereka bagi NKRI,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Arsyad juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan keluarga besar WTL yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan berlangsung lancar dan sukses.
Selain itu, ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga semangat perjuangan Tana Luwu, termasuk dalam memperjuangkan terbentuknya Provinsi Luwu Raya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal BPP KKLR, Drs. H. Jaya Lupu, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) dan HPRL rutin dilaksanakan setiap tahun oleh WTL di DKI Jakarta.
Menurutnya, Hari Perlawanan Rakyat Luwu merupakan tonggak sejarah yang merekam keberanian dan pengorbanan para pejuang dalam mempertahankan kehormatan dan kedaulatan bangsa.
“Karena itu, kami berharap seluruh pengurus KKLR di semua tingkatan dapat turut serta memperingatinya, minimal dengan mendoakan para pahlawan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 160 WTL turut ambil bagian dalam ziarah dan doa bersama.
Adapun sejumlah makam pejuang dan tokoh nasional asal Tana Luwu yang diziarahi di TMP Kalibata antara lain Laksamana Rudolf Kasenda, Letkol (P) H.M. Yusuf Setya, Kapt. Inf. H.A. Abdul Aziz Malebbi, Capt. Pilot Herman Rante, Prof. B.J. Habibie, dr. Hasri Ainun Habibie, Prof. Baharuddin Lopa, Raja Bone XIII La Pawawoi Karaeng Segeri, Komjen Pol (Purn) H. Syafruddin Kambo, serta Irjen Pol (P) Poerwata.

